Setiap pelatihan yang melibatkan warga pada intinya harus memiliki pendekatan azas manfaat yang nantinya
akan melahirkan pelaku-pelaku usaha baru dan berkelanjutan. Caranya, perlu ada pengawalan bagi para peserta yang telah mengikuti pelatihan sekaligus memperhatikan potensi kewilayahan masing-masing asal peserta pelatihan.
“Bukan sekadar pelatihan yang cukup sampai di situ saja. Jadi pelatihan yang dilaksanakan saat ini pada prinsipnya masih tahap pengenalan saja karena tidak mungkin selepas pelatihan ini, para peserta bisa langsung dilepas dan langsung jadi pebisnis, perlu ada penataan,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Hasanuddin Atjo ketika menyampaikan sambutannya sekaligus membuka Pelatihan Produk Olahan Perikanan bagi Masyarakat Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Provinsi Sulteng, Rabu (26/6/2019), di STPL Palu.

Menurut Atjo, sesuai asal daerah masing-masing peserta pelatihan kali ini, yang berasal dari Kota Palu, Donggala, Tolitoli dan Parigi Moutong, sudah ada gambaran kasar mengenai potensi wilayah masing-masing asal peserta. Namun secara spesifik, perlu pemetaan lebih detil mengenai potensi kewilayahan masing-masing jika tujuan pelatihan ini menggunakan pendekatan azas manfaat.
“Kita sama-sama merumuskan ini karena dibutuhkan kontinuitas pelatihan sehingga akan lahir pelaku usaha baru di kawasan tertentu,” ujarnya.

Sumber: Palu Ekspres




