PALU – Aparatur pemerintahan yang bertugas di Pelabuhan Perikanan, diharapkan untuk terus berkoordinasi dalam menjalankan Tugas dan Fungsi (Tusi)-nya. Koordinasi peran dan fungsi petugas di pelabuhan, dalam rangka pembinaan dan penegakkan aturan.
“Khususnya aturan di bidang perikanan dan kelautan. Untuk tujuan itulah, hari ini hingga tiga hari ke depan, kita menggelar Pembinaan dan Koordinasi Petugas Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) dan Pelabuhan Pembongkaran Ikan (PPI) di lingkup UPTD Pelabuhan Perikanan Sulteng,”kata Ketua Panitia Kegiatan Pembinaan dan Koordinasi Petugas PPP dan PPI, Marthy Waas dalam laporannya.
Kegiatan pembinaan dan Koordinasi Petugas PPP dan PPI di lingkup UPTD Pelabuhan Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, berlangsung selama tiga hari dan dibuka pada Selasa (10/11), pekan kemarin.
Marthy yang juga Kepala Seksi Tata Operasional UPTD Pelabuhan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, menambahkan bahwa pelabuhan perikanan adalah sebagai sarana pokok untuk kegiatan usaha penangkapan ikan. Perannya sangat strategis dan penting, dalam pengelolaan sumber daya perikanan tangkap.
“Pada dasarnya, dalam pengelolaan pelabuhan perikanan, adalah dapat memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat pengguna pelabuhan dalam hal ini nelayan. Juga hendaknya memberikan jaminan dan menciptakan suasana yang kondusif, sesuai dengan fungsi pelabuhan perikanan,”katanya lagi.
Untuk memberikan pelayanan yang baik, pengelolaan pangkalan pendaratan ikan, dituntut agar dapat mempersiapkan fasilitas kebutuhan berupa fasilitas pokok, fasilitas fungsional maupun fasilitas penunjang yang selalu siap dioperasikan setiap saat. Juga diperlukan kemampuan teknis operasional yang harus dimiliki oleh petugas-petugas pelabuhan.
“Olehnya itu, dirasa perlu untuk membuat kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia para aparatur pelabuhan, utamanya dalam pelayanan tata operasional,”ungkapnya.
Berkaitan dengan kegiatan yang mengundang seluruh Kepala PPP dan PPI tersebut, penajamannya menurut Marthy Waas, dititikberatkan pada evaluasi kegiatan, khususnya di unit-unit pelabuhan perikanan. Juga dalam rangka pemantapan program tata operasional dan pelayanan jasa di unit-unit lingkup UPTD Pelabuhan Perikanan. Juga untuk menyinergikan serta mengoordinasikan fungsi-fungsi pelayanan Pelabuhan Perikanan, serta pemanfaatan sarana dan prasarana.
“Juga untuk meningkatkan peran dan kapasitas aparatur pelayanan di pelabuhan perikanan sesuai dengan Tusi-nya. Narasumber dalam kegiatan ini, dari DPP Appikindo dan pemateri dari Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng,”tandasnya.(hnf)
PALU – Kecamatan Balaesang Tanjung, yang di dalamnya terdapat 8 Desa, 7 desa pesisir dan 1 desa daratan, bakal dijadikan kawasan terintegrasi, pengembangan potensi di sector kelautan dan perikanan. Di Kecamatan Balaesang Tanjung, nantinya akan dikembangkan berbagai program yang melibatkan seluruh bidang dan UPTD di lingkup DInas Kelautan dan Perikanan.
Baca selengkapnya