Kehadiran Wagub Prov. Sulteng "dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes" membuka dan sekaligus melakukan panen perdana/parsial sebagai bentuk komitmen Pemerintah Daerah Provinsi Sulteng terhadap pencapaian pencapaian program BERANI Tangkap banyak melalui sinergi Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng sebagai sektor unggulan dengan kelompok binaan atau pengusaha budidaya udang Vannamei. Wakil Gubernur Prov. Sulteng juga mengungkapkan apresiasi sebesar-besarnya terhadap Kepala DKP Prov. Sulteng "Dr. Yopie M.I. Patiro, SH.,MH" yang bergerak cepat dalam meningkatkan produktivitas perikanan air payau, air tawar dan perikanan laut untuk memenuhi target Program Gubernur "BERANI TANGKAP BANYAK" dengan tujuan mensejahterakan nelayan kelompok maupun binaan perikanan. Pernyataan lainnya, Wagub Prov. Sulteng terus berkomitmen untuk mendukung kebijakan penganggaran dalam hal permodalan demi terpenuhinya Program Berani Tangkap Banyak, sehingga budidaya ikan maupun udang terus berlanjut dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wagub Prov. Sulteng menyatakan siap menghubungkan dengan pihak perbankan ataupun pengusaha besar serta kelompok-kelompok budidaya perikanan lokal untuk memperkuat budidaya udang vannamei sebagai pilar ekonomi biru daerah melalui program BERANI Tangkap Banyak. Pemerintah Daerah Prov. Sulteng berharap mendapat dukungan dari pihak perbankan baik itu dari Bank BNI 46 dan Bank BSI agar produksi udang Vannamei yang menggunakan system teknologi semi intensif ini bisa di dukung dalam hal percepatan ekspor produk perikanan melalui skema permodalan, sehingga dengan bantuan dari pihak perbankan bisa melahirkan kelompok perikanan maupun pengusaha budidaya perikanan yang siap menerapkan prinsip budidaya yang berkompeten, berkelanjutan dan memenuhi standar mutu perikanan baik ekspor maupun impor.

Dalam hal ini Kepala DKP Sulteng "Dr. Yopie MI Patiro, SH.,MH" mengutarakan target produksi udang dipengaruhi oleh sebaran lahan yang ada di beberapa titik di Sulawesi Tengah dan baru termanfaatkan sebesar 1.280 Ha, sedangkan potensi produksi udang terbesar di Sulteng yaitu di Kabupaten Donggala, Tolitoli, Parigi Moutong, Banggai dan Kota Palu. Kiat DKP Sulteng dalam memenuhi kebutuhan udang secara berkelanjutan dengan cara mempersiapkan kesehatan benih, memberikan pendampingan teknis, mempelajari teknologi dalam pengelolaan budidaya udang dan memenuhi standar Cold Storage dalam penjaminan kualitas pengolahan udang di Sulteng.
Dalam pemasaran perikanan yang sering dikeluhkan oleh banyak budidaya ikan yaitu pangsa pasar yang relatif sedikit, sehingga Pemda Prov. Sulteng selalu berusaha untuk menyediakan tempat pemasaran yang tepat meskipun masih dalam skala pemasaran lokal namun berkelanjutan, serta dengan persyaratan yang dapat dipenuhi sesuai kesepakatan bersama tanpa saling merugikan satu sama lain.
Setelah selesai membuka kegiatan panen perdana udang, Wagub Prov. Sulteng yang didampingi langsung Kepala DKP Prov. Sulteng, Dr. Yopie M.I. Patiro, SH., MH, bersama jajaran, serta pimpinan Bank BSI dan Bank BNI 46 untuk mengikuti tebar jala sebagai dibukanya panen perdana udang Vannamei milik kelompok binaan Gold Vannamei Sakti di Taipa-Palu.
Sumber : PPID Dislutkan Prov. Sulteng











